Tuesday, 20 November 2012

Khaifiat Doa Nabi Yunus

Nabi Yunus alayhissalam diutus oleh Allah swt. kepada masyarakat Naynawa, yang terkenal dengan kekafirannya. Nampaknya, Nabi Yunus kurang sabar dengan perlakuan kaumnya. Dalam keadaan kesal, ia pergi meninggalkan kaumnya menuju tepi laut. Kemudian ia menumpang kapal yang akan berlayar. Di tengah lautan, kapal diterpa badai dan angin kencang. Untuk menghindari kapal karam, muatan kapal harus dikurangi. Semua penumpang kapal sepakat untuk melakukan undian. Siapa yang namanya keluar, maka dialah yang harus dilemparkan ke lautan. Ternyata, yang keluar adalah nama Nabi Yunus. Akhirnya, Nabi Yunus menceburkan dirinya ke lautan, dan ia ditelan ikan besar. Al-Quran menyebut ikan itu dengan Hut atau Nun. Namun, Allah swt. mewahyukan ikan itu untuk tidak memakan tubuh Nabi Yunus.

Ada yang mengatakan Yunus a.s. tinggal di dalam perut ikan selama 3 hari, 7 hari, bahkan 40 hari. Selama itu ia berdoa kepada Allah swt., ‘Allahumma, la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ya Allah, tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’.
Doa Yunus menembus Arsy, sampai-sampai para malaikat berkata, ‘Ya Rabb, sepertinya ini adalah suara orang lemah yang sudah dikenali, yang datang dari negeri yang jauh dan asing’. Allah bertanya, ‘Tahukan kalian, suara siapakah itu?’ Malaikat menjawab, ‘Suara siapakah itu?’ Allah berkata, ‘Itu adalah suara Yunus, hamba-Ku’. Malaikat berkata, ‘Yunus yang amalnya senantiasa naik ke langit dan doanya dikabulkan? Ya Rabb, tidakkah Engkau menaruh belas-kasih padanya lantaran dia senantiasa memuji-Mu di saat senang, dengan begitu Engkau selamatkan ia di saat terjepit seperti ini?’ Allah menjawab, ‘Ya, tentu saja’. Maka, Allah memerintahkan kepada ikan hut untuk melemparkan Yunus ke daerah tandus.
Yunus terdampar di sebuah pulau yang tandus, dalam keadaan lemah. Lalu, Allah mengembalikan kekuatannya dengan menumbuhkan pohon labu di dekatnya. Bukan hanya itu, Allah mengembalikan seribu umatnya dalam keadaan beriman, dan Allah berikan kemakmuran hidup kepada mereka. (Q.s. as-Shaffat/37: 145-148)

            Doa Nabi Yunus adalah salah satu doa mustajab. Kita dianjurkan untuk sering membacanya, lebih-lebih di saat kita mengalami kesulitan. Saya punya cerita menarik tentang hal ini.
Siang itu, 8 Dzulhijjah, para jamaah haji yang berada di Mekkah mulai bergerak menuju Arafah. Meskipun wuquf baru dilaksanakan keesokan harinya, namun jamaah haji sudah diberangkatkan satu hari sebelumnya. Jarak antara Mekkah dan Arafah tidaklah jauh. Paling-paling 7 km, yang dapat ditempuh dalam waktu tidak berapa lama. Namun, kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan dapat menyebabkan perjalanan menuju Arafah tidak secepat yang kita duga. Ditambah lagi, dengan kemampuan sopir yang tidak menguasai medan. Bahkan, ada kejadian bus baru tiba keesokan harinya. Pemerintah Arab Saudi tidak ingin mengambil risiko besar, karena wuquf adalah rukun haji yang paling penting. Jamaah haji yang tidak wuquf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, maka hajinya tidak sah. Oleh karena itu, jamaah haji diberangkatkan satu hari sebelum prosesi wuquf, agar pada saat wuquf, mereka benar-benar sudah berada di bumi Arafah.

                Saat itu, saya dan 80 orang jamaah haji berada di dalam bus yang diberangkatkan menuju Arafah. Saya duduk di bangku paling depan, sambil memandu para jamaah haji. Suara talbiyah bergema sepanjang jalan menuju Arafah. Berulang kali, bus yang kami tumpangi berputar-putar di jalan yang sama. Saya ikut memberi panduan kepada sopir untuk mengambil rute yang seharusnya. Buat saya, sopir tidak kenal rute-jalan itu masalah biasa. Saya sering mengalaminya di kala musim haji. Maklum, mereka bukan penduduk asli Saudi Arabia. Mereka biasanya datang dari Mesir, Palestina, Syiria, dan Turki. Bahkan, dari identitas mereka yang saya baca, mereka baru menginjakkan kakinya di Mekkah beberapa hari yang lalu. Jadi, wajar saja kalau mereka sering kesasar. Untuk itu, biasanya sopir ditemani oleh satu orang dari maktab, yang ikut memandu perjalanan.

       Bus yang kami tumpangi makin jauh dari arah Arafah. Jamaah mulai tahu bahwa sopir sudah salah jalan. Mereka mulai gelisah. Saya berusaha menenangkan mereka. Saya sadarkan mereka bahwa mereka sedang berihram. Saya ingatkan mereka jangan sampai keluar dari mulut mereka kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya, karena itu akan merusak ihram mereka. Saya katakan bahwa ini adalah ujian untuk menguji kesabaran kita dalam menjalankan perintah Allah swt. Saya mengajak semua jamaah untuk membaca istighfar. Sepanjang jalan, saya selingi ucapan talbiyah dengan istighfar. Saya pun teringat dengan doa Nabi Yunus ketika berada di perut ikan Nun, ‘La ilaha illa anta, subhanaka inni kuntu minazzhalimin’. Saya juga meminta jamaah untuk membaca doa itu. Doa itu pun kami baca berulang-ulang. Suasana di dalam bus menjadi syahdu. Suara talbiyah, istighfar, dan doa Nabi Yunus terdengar tulus keluar dari mulut-muluh jamaah. Mereka begitu khusyu’. Sepertinya semua jamaah tidak mampu menahan tetesan air mata. Terdengar suara isak-tangis kecil.

Alhamdulillah, doa kami menembus Arsy! Allah swt. menghilangkan kegelisahan kami. Bus kami mulai berada di jalur yang benar menuju Arafah.
Kami pun menjadi lega, manakala bus kami sudah memasuki kawasan Arafah yang dipenuhi dengan kemah-kemah.

La ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin… Tidak ada tuhan selain-Mu. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku ini sudah berlaku zalim…

DOA NABI YUNUS PENAWAR SEGALA MUSIBAH


Doa Nabi Yunus
Assalamualaikum dan salam Jumaat semua... Alhamdulillah3.. hari ini kita bangkit dari tidur dan bersyukur kehadrat Allah SWT yang kita masih lagi bernyawa dan diberi peluang untuk bertaubat kepada-Nya. Baik dan buruk diri manusia itu bukan kita yang harus menilai sebaliknya DIA yang MAHA ESA. Buangkanlah sikap suka memburuk2kan sesama kita kerana sifat itu paling disukai oleh syaitan yang suka melihat kita bermusuhan dan berburuk sangka kepada mereka yang kita sendiri tidak kenali kebaikan budinya.. Semoga Allah SWT sentiasa menerima keampunan dari hamba2mu yang menganiaya diri sendiri.
Pagi Jumaat kita sama2 mengamalkan satu rahsia DOA NABI YUNUS yang sememangnya wajib kita sertakan setiap kali kita berdoa kepada Allah SWT selepas solat lima waktu. Amalkan DOA ini agar segala masalah2 kita seperti hutang yang besar atau kecil + musibah yang besar + masalah2 yang susah untuk diselesaikan atau apa jua sekalipun. Berdoalah setiap hari sekurang2nya tiga kali sehari tidak kira dalam keadaan apa jua pun terutama bila kita dalam keadaan yang sangat2 memerlukan pertolongan dari-Nya. Moga2 Allah SWT mendengar dan permudahkan segala urusan kita. 


Tiada Tuhan melainkan Engkau (ya Allah)! Maha Suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri ~

 Nota

Rahsia DOA NABI YUNUS ini sangat2 besar maknanya. Amalkanlah setiap hari tidak kira walau dalam keadaan kesenangan atau kesusahan. Sentiasa ucap SYUKUR ALHAMDULILLAH nikmat ALLAH SWT berikan walaupun ianya hanya sekeping roti. Allah SWT amat sayang pada hamba-Nya yang sentiasa BERSYUKUR dan bukan MERUNGUT.
P.S. Memang besar khasiat doa Nabi Yunus ini. Baca dan amalkanlah wahai sahabat2ku sekelian kerana didalamnya terdapat rahsia yang sangat luar biasa. Bacalah seberapa banyak mana pun doa ini. Tiada ruginya malahan besar pahalanya dan menguntungkan diri.

Thursday, 15 November 2012

Semoga Cemerlang STPM 2012




19 november 2012 merupakan tarikh keramat dan penentu hidup kerjaya seorang pelajar
disaat akhir sebelum peperiksaan ini bermula pelbagai usaha perlulah diteruskan..

ramai orang berkata...bila dah masa peperiksaan sudah bermula tidak usahlah belajar lagi kerana ianya pasti tiada guna...
namun kata-kata tersebut bagi saya adalah salah...selagi kertas peperiksaan belum berakhir maka tiada istilah berhenti belajar..
ulang kaji apa sahaja yang perlu bagi kita...

nasihat untuk diri saya dan semua pelajar...amin..

saat akhir ini kita juga perlu banyak bertawakkal dan berdoa...
MAN JADDA WA JADDA


Tanda Hati Sudah Mati

    Menurut Syeikh Ibrahim Adham, antara sebab atau        tanda-tanda hati mati ialah :
  • Mengaku kenal Allah swt, tetapi tidak menunaikan hak-hak-Nya
  • Mengaku cinta kepada Rasulullah saw, tetapi mengabaikan sunnah baginda
  • Membaca al-Quran, tetapi tidak beramal dengan hukum-hukum di dalamnya
  • Memakan nikmat-nikmat Allah swt, tetapi tidak mensyukuri atas pemberian-Nya
  • Mengaku syaitan itu musuh, tetapi tidak berjuang menentangnya
  • Mengaku adanya nikmat syurga, tetapi tidak beramal untuk mendapatkannya
  • Mengaku adanya siksa neraka, tetapi tidak berusaha untuk menjauhinya
  • Mengaku kematian pasti tiba bagi setiap jiwa, tetapi masih tidak bersedia untuknya
  • Menyibukkan diri membuka keaiban orang lain, tetapi lupa akan keaiban diri sendiri
  • Menghantar dan menguburkan jenazah/mayat saudara se-Islam, tetapi tidak mengambil

Pengajaran daripadanya:
  1. Hati mati kerana tidak berfungsi mengikut perintah Allah iaitu tidak mengambil iktibar dan pengajaran daripada didikan dan ujian Allah.
  2. Hati juga mati jika tidak diberikan makanan dan santapan rohani sewajarnya. Kalau tubuh badan boleh mati kerana tuannya tidak makan dan tidak minum, begitulah juga hati.
  3. Apabila ia tidak diberikan santapan dan tidak diubati, ia bukan saja akan sakit dan buta, malah akan mati akhirnya.
Santapan rohani yang dimaksudkan itu ialah zikrullah dan muhasabah diri. Oleh itu, jaga dan peliharalah hati dengan sebaik-baiknya supaya tidak menjadi kotor, hitam, keras, sakit, buta dan mati. Gilap dan bersihkannya dengan cara banyak mengingati Allah ( berzikir ).
Firman Allah:
(Iaitu) orang-orang yang beriman dan tenang tenteram hati mereka dengan “zikrullah”. Ketahuilah dengan “zikrullah” itu, tenang tenteramlah hati manusia. (Al-Rad, Ayat 28)
Sucikanlah 4 hal dengan 4 perkara :
“Wajahmu dengan linangan air mata keinsafan,
Lidahmu basah dengan berzikir kepada Penciptamu,
Hatimu takut dan gementar kepada kehebatan Rabbmu,
…dan dosa-dosa yang silam di sulami dengan taubat kepada Zat yang Memiliki mu.”
Hati merupakan tempat yang lembut, rahmat, kasih sayang dan lain-lain. Apabila kita mengisi hati kita dengan banyak zikrullah, nescaya ia memenuhi rahmat dan kasih sayang.
Hati merupakan anggota yang menentukan segala permasalahan hidup. Jika ia dimakmurkan dengan keyakinan dan iman, sudah tentu segala anggota akan mengikut dengan penuh keimanan. Untuk kita melihat betapa kuat, kuasa dan luasnya hati dengan keimanan, Allah Taala menjelaskannya dalam Surah az-Zumar ayat 23 yang bermaksud:
“Allah telah menurunkan sebaik-baik perkataan iaitu Kitab Suci Al-Quran yang bersamaan isi kandungannya antara satu dengan yang lain (tentang benarnya dan indahnya), yang berulang-ulang (keterangannya, dengan berbagai cara); yang (oleh kerana mendengarnya atau membacanya) kulit badan orang-orang yang takut kepada Tuhan mereka menjadi seram; kemudian kulit badan mereka menjadi lembut serta tenang tenteram hati mereka menerima ajaran dan rahmat Allah. Kitab Suci itulah hidayat petunjuk Allah; Allah memberi hidayat petunjuk dengan Al-Quran itu kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan (ingatlah) sesiapa yang disesatkan Allah (disebabkan pilihannya yang salah), maka tidak ada sesiapa pun yang dapat memberi hidayat petunjuk kepadanya.”
Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjukkan siapa yang yang dikehendaki-Nya. Dan sesiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.
Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya:
“Ketahuilah bahawa pada jasad terdapat segumpal darah, apabila elok nescaya eloklah seluruh jasad dan apabila rosak, maka rosaklah seluruh jasad. Ketahuilah bahawa itulah hati.”
Kalaulah begitu, hati merupakan tempat cahaya keyakinan dan keimanan. Sebagaimana iman boleh bertapak dalam hati, begitu juga kekerasan dan kekufuran juga boleh bertapak dalam hati. Hati yang lupa untuk berzikrullah akan menjadi keras, kenapa? Ini kerana ia beriktikad bahawa tiada di sana kecuali kehidupan dunia sahaja dan maddi(kebendaan).
Justeru, ia cuba mendapatkannya semampu mungkin dan dengan apa cara sekalipun sehingga melangkaui hak-hak dengan melakukan kezaliman, kerosakan dan mengambil hak mereka yang daif. Inilah puncanya.

Bahaya Zina dan Akhir Zaman

  • 0dig

Daripada Anas bin Malik RA. katanya; Sabda Rasulullah SAW:
“Sesungguhnya antara tanda-tanda kiamat itu ialah; diangkat ilmu (agama), tersebar kejahilan (terhadap agama), arak diminum (secara berleluasa), dan zahirnya zina (secara terang-terangan)”. (Riwayat al-Bukhari no. 78 dan Muslim no. 4824)

Huraian Hadith:
1. Antara tanda-tanda kiamat ialah ramai orang yang jahil terhadap agama, serta arak dan zina bermaharajalela. Dalam hadith lain, dengan isnad yang sahih, ditambah; amalan riba. Nabi SAW bersabda:
“Di ambang kiamat nanti, akan zahir zina, riba dan juga arak”. Zina, arak dan riba adalah 3 unsur kejahatan yang berlaku kerana sifat jahil. Tidak semestinya bermaksud mereka jahil tentang hukum haramnya, kerana ramai yang tahu akan keharamannya namun masih tetap melakukannya. Sifat jahil tersebut dapat dimaksudkan sebagai jahil terhadap Allah SWT kerana jauhnya diri mereka daripada-Nya serta kerasnya hati mereka, hinggakan tanpa rasa takut melakukan apa yang dilarang oleh Allah SWT dan meninggalkan apa yang disuruh oleh-Nya”.
2. Perbuatan zina adalah satu dosa besar yang wajib dijauhi. Bahkan wajib dijauhi faktor-faktor yang dapat mendorong kepadanya. Orang yang berzina menunjukkan tahap imannya yang begitu rendah sekali. Kualiti imannya dapat digoyah dengan sekali rangsangan nafsu sahaja disebabkan tiada usaha dan kesungguhan untuk memelihara dan menjaganya.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak akan berzina seorang yang berzina ketika dia berzina padahal dia seorang mukmin, dan tidak akan mencuri ketika dia mencuri padahal dia seorang mukmin, dan tidak akan meminum arak ketika dia meminumnya padahal dia seorang mukmin.” (Riwayat al-Bukhari no. 2475, 5578, 6772, 6810, dan Muslim no. 57)
3. Zina adalah satu perbuatan yang sangat keji. Al-Quran menggambarkan zina itu dengan gambaran yang cukup buruk dan mampu memberi kesan yang amat negatif. Firman Allah SWT:
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (al-Isra’: 32)
4. Zina juga dapat menarik bala bencana dan malapetaka, sabda Nabi SAW:
“Apabila zahir/nyata zina dan riba dalam sesebuah tempat, maka penduduk tempat itu telah menghalalkan untuk diri mereka azab dan siksa Allah”. (Riwayat al-Hakim, dan katanya; sahih isnadnya)
5. Anak Zina:
Daripada Maimunah RA berkata, Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
“Umatku akan terus berada dalam kebaikan selama tidak tersebar luas anak zina di kalangan mereka. Apabila anak zina tersebar luas di kalangan mereka, maka hampir sahaja Allah ‘Azza wajalla akan menurunkan azab siksa kepada mereka seluruhnya.” (Riwayat Ahmad, kata al-Munziri – 3/265: isnadnya hasan)
Pada tahun 2008, dilaporkan ada lebih 250,000 sijil kelahiran tanpa nama bapa. Menurut sumber berita, Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) sudah mengeluarkan 257,411 sijil kelahiran yang didaftarkan tanpa dicatatkan nama bapa dari 2000 hingga Julai 2008. Menteri Dalam Negeri, Datuk Seri Syed Hamid Albar, berkata pendaftar tidak boleh mencatatkan nama bapa dalam sijil kelahiran bagi anak-anak tidak sah taraf iaitu anak-anak luar nikah, kecuali atas permintaan bersama ibu dan orang yang mengaku dirinya sebagai bapa, selaras dengan peruntukan Seksyen 13 Akta Pendaftaran Kelahiran dan Kematian 1957 atau Akta 299. (BH, 29/10/08).
Jika kita bahagikan, maka dalam setahun kira-kira 28,000 lebih kes berlaku, atau 78 kes dalam sehari! Ini adalah hasil perzinaan yang menyebabkan kehamilan. Bagaimana pula agaknya, jika dibayangkan dengan aktiviti zina yang tidak menyebabkan kehamilan? Berapa ramai agaknya jika kita andaikan, sekadar andaian sahaja, jika 1 kehamilan tersebut adalah nisbah bagi hasil daripada 10 perzinaan? Tentu jumlah yang terhasil adalah lebih besar, iaitu kira-kira 780 kes zina dalam sehari, atau lebih 280,000 kes zina dalam setahun, atau lebih 2.5 juta kes zina antara 2000-2008!!!
6. Maka, benarlah sabdaan Nabi SAW bahawa tanda hampirnya kiamat ialah banyaknya berlaku perzinaan. Itu adalah kes-kes zina yang asalnya dilakukan secara tersembunyi, namun di akhir zaman nanti perzinaan tidak lagi dilakukan secara tersembunyi tetapi secara terang-terangan. Daripada ‘Abdullah bin ‘Amru bin al-‘As RA, sabda Nabi SAW:
“Tidak akan berlaku kiamat itu sehingga orang berzina di jalanan sebagaimana keldai. Aku bertanya, Sesungguhnya itu akan terjadi? Jawab baginda: Ya, nescaya akan terjadi”. (Riwayat Ibn Hibban, al-Bazzar dan al-Tabarani, hadith sahih)
Jika ramainya penzina dan anak zina, maka munasabahlah dengan perkhabaran Nabi SAW, bahawa apabila kiamat dibangkitkan hanya ke atas orang-orang keji dan tidak mengenal Allah SWT.
7. Remaja dan Gejala Zina:
Gejala zina di kalangan remaja hari ini sebenarnya berada di dalam tahap yang sangat membimbangkan. Ada remaja yang masih dibangku sekolah lagi mengaku telah beberapa kali mengadakan hubungan seks bebas (berzina) dengan teman perempuan. Bagaimana agaknya dengan yang tidak mengaku? Ada kes mengandung luar nikah semuda usia 9 tahun dan lelaki yang bertanggungjawab hanyalah seorang budak lelaki berusia 12 tahun. Jangan terkejut hari ini kalau anda menemui sekolah yang 40% pelajarnya adalah anak zina!
Antara faktor-faktor penyebab kepada gejala ini ialah gaya hidup yang begitu jauh dengan gaya hidup sihat sebagai seorang muslim sejati. Kebanyakannya bermula dan berpunca daripada gaya hidup institusi keluarga itu sendiri. Begitu ramai remaja/pelajar yang terlibat dengan kegiatan sosial yang tidak bermoral, sama ada terlibat dengan lumba haram, pergaulan bebas, hiburan melampau, rokok, dadah, gam, ecstacy, ice, arak dan sebagainya. Situasi sosial dan hidup moden dalam masyarakat kita pada hari ini juga sebenarnya memarakkan lagi gejala zina, di mana berleluasanya budaya wanita yang mendedah aurat, berpakaian menjolok mata, penyebaran majalah-majalah yang mengghairahkan, video-video lucah, filem-filem berbentuk seksual, bahan-bahan seks yang penuh di dalam internet serta lain-lain media.
Gaya hidup moden sekarang banyak mendedahkan remaja kepada fenomena ini yang mendorong kepada hidup bebas, berpacaran dan pergaulan tanpa batas. Ini ditambah dengan faktor rangsangan nafsu syahwat, hasutan syaitan, dan dorongan budaya Barat yang buruk. Amalan hidup mereka ini dapat membawa kepada kerosakan dan kemusnahan diri mereka, baik di dunia mahupun di akhirat. Justeru, remaja perlu disedarkan tentang akibat buruk dan bahaya yang akan berlaku hasil tingkahlaku dan perbuatan mereka ini.
8. Antara Cara Mengatasi:
Selain kita wajib menjauhi aspek-aspek negatif yang disebutkan, kita perlu kembali kepada cara asas yang ditunjukkan oleh Nabi SAW. Iaitu;
i. Menundukkan pandangan, baik lelaki mahupun perempuan. Dalam erti kata khusus, menjaga pandangan mata daripada bercampur dengan unsur-unsur seksual. Daripada Jarir bin ’Abdillah al-Bajali RA, berkata:
“Aku bertanya kepada Nabi SAW tentang memandang perempuan dengan pandangan secara tiba-tiba, maka baginda memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku.” Dalam riwayat lain beliau bersabda: “Tundukkan pandanganmu.” (Riwayat Muslim)
Daripada ’Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya berkata, Rasulullah SAW bersabda kepada ’Ali bin Abi Talib RA:
“Hai ‘Ali, janganlah engkau ikuti satu pandangan dengan pandangan lainnya. Sesungguhnya bagimu hanya pandangan yang pertama dan tidak bagi pandangan yang selanjutnya.” (Riwayat Abu Dawud)
ii. Menjauhi pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan. Ini kerana pergaulan itu perlu bersandar kepada batasan-batasan syarak. Daripada Ibnu ’Umar RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang lelaki yang berdua-duaan dengan seorang wanita, kecuali yang ketiganya adalah syaitan.” (Riwayat al-Tirmizi)
iii. Menekankan tanggungjawab kaum lelaki dalam membimbing kaum wanita agar mengikuti kehendak syarak, seperti tanggungjawab bapa terhadap anak perempuan, dan tanggungjawab suami terhadap isteri dan sebagainya. Daripada Usamah bin Zaid RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah aku tinggalkan fitnah di tengah-tengah manusia sepeninggalanku yang lebih berbahaya daripada fitnah wanita.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Semoga kita dan zuriat kita dipelihara dan dijauhkan oleh Allah SWT daripada perbuatan keji dan maksiat ini. Wahai para pelajarku, janganlah kalian mendekati zina walaupun unsur-unsurnya yang kecil sekalipun, dan jauhilah perbuatan dosa dan maksiat.